iklll

Showing posts with label TIMNAS. Show all posts
Showing posts with label TIMNAS. Show all posts

Tuesday, January 17, 2012

Bob Hippy Anggap Seleksi U-17 dan U-21 Tidak Fair


Proses seleksi instan yang diterapkan pada untuk memilih para penggawa Timnas U-17 dan U-21 membuat sedih Bob Hippy. Bahkan, saking sedihnya, salah seorang anggota Komite Eksekutif PSSI ini mengaku tak mau dan mampu menyaksikan proses seleksi ini.

"Saya tak sanggup menyaksikan proses seleksi untuk Timnas U-17 dan U-21 kemarin. Menurut saya, sistem ini sangat tidak fair. Bagaimana kemampuan seseorang bisa dinilai hanya dalam waktu empat hari," sesal Bob, yang juga merupakan Koordinator Tim Nasional ini. "Bagaimana apabila ada pemain yang bagus namun dalam empat hari seleksi itu mereka cedera?" sambungnya.

Lebih lanjut, menurut Bob, hal seperti ini tidak boleh lagi terjadi di masa yang akaan datang. Satu-satunya cara untuk menjaring bibit unggul adalah sistem kompetisi. "Tidak fair apabila cara-cara seperti ini diteruskan. Satu-satunya jalan agar penjaringan pemain timnas ini adil adalah dengan sebuah sistem kompetisi yang bagus," ujarnya.

Karena itulah, menurut Bob, dalam sistem pembinaan usia muda sekarang akan dibuat sistem kompetisi secara berjenjang. Apabila sistem ini berjalan dengan baik, maka tidak akan ada lagi seleksi pemain timnas dengan cara instan.

"Kompetisi akan dimulai berjenjang dari tiap Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI. Dari sinilah kompetisiakan berjenjang ke tingkat Pengurus Provinsi, dan ke tingkat nasional. Dari sinilah, bibit-bibit pesepakbola terbaik akan ditemukan," tutup Bob.

Friday, October 21, 2011

Review: U-23 Pecundangi Tim Bertabur Bintang

Tim nasional Indonesia U-23 berhasil mempecundangi tim bertabur bintang, Mitra Kukar dengan skor telak 5-1 dalam sebuah laga uji coba yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (21/10).

Walau Mitra Kukar dipenuhi pemain timnas macam Ahmad Bustomi dan Hamka Hamzah, akan tetapi Garuda Muda tak gentar. Trio Yongki Aribowo, Pattrick Wanggai dan Ferdinand Sinaga yang didukung Egy Malgiansyah dan Oktovianus Maniani mampu beberapa kali mengancam di pertengahan babak pertama ini.

Yongki Aribowo menjadi pemain yang mengawali pesta timnas ini. Lepas dari kawalan Pierre Njanka saat menerima umpan Oktovianus Maniani, Yongki mampu merobek jala gawang Hendro kartiko di menit ke-27.

Semenit menjelang babak pertama usai. Ferdinand Sinaga mampu melepaskan gol indah usai memanfaatkan kesalahan barisan pertahanan Mitra Kukar untuk menutup jalannya babak pertama ini dengan skor 2-0 bagi keunggulan tim nasional.

Garuda Muda kian tak terbendung di babak kedua. Masuknya Yericho Christiantoko menggantikan Diego Michiels sangat efektif. Sebuah umpan matang yang ia alirkan ke tengah kepada Ferdinand Sinaga harus memaksa Hendro Kartiko menjatuhkan striker Semen Padang tersebut. Titik putih pun langsung ditunjuk wasit dan timnas U-23 mampu memperbesar keunggulan menjadi 3-0 melalui eksekusi penalti Pattrick Wanggai di menit ke-68 tersebut.

Selang lima menit kemudian keunggulan timnas sempat mengecil menjadi 3-1. Gol bagi Mitra Kukar ini tercipta karena gol bunuh diri Kurnia Meiga Hermansyah. Usahanya menghalau tendangan Heru Nerli yang sempat membentur mistar malah membuat bola berbelok arah ke gawangnya sendiri.

Kejutan diberikan Rahmad Darmawan dalam laga ini. Untuk pertama kalinya, ia menurunkan Syamsir Alam yang baru saja datang dari Uruguay. Striker yang sedang menimba ilmu di Penarol itu masuk menggantikan Pattrick Wanggay di menit ke-75.

Gol Mitra Kukar tadi seolah menjadi gol hiburan di pertandingan ini, sebab beberapa menit menjelang laga usai timnas U-23 mampu memborong dua gol dalam watu semenit saja. Sumbangan gol Zulham Zamrun dan Andik Vermansyah pun menutup laga ini dengan kemenangan telak timnas U-23 5-1.

Susunan pemain:
Timnas U-23: Kurnia Meiga; Stevie Bonsapia (Hasim Kipuw 46), Abdulrahman, Gunawan Dwi Cahyo (Septia Hadi 60), Diego Michels (Yerico 67); Egi Melgiansyah, Oktovianus Maniani (Ramdani Lestaluhu 46), Hendro Siswanto (Mahardiga Lasut 46), Ferdinand Sinaga; Yongky Aribowo (Andik Vermansyah 60), Patrick Wanggai (Syamsir Alam 75)
Mitra Kukar: Hendro Kartiko; Abdul Gamal (Elvis 57), Hamka Hamzah, Pierre Njanka, Bobby Satria (Anin 57), Heru Nerli, Lee Sang Min (Obrik 20), Ahmad Bustomi, Isnan Ali; Ardan Aras, Jajang Mulyana

Partai Persahabatan Indonesia-Timor Leste Ditunda

Rencana penyelenggaraan pertandingan sepak bola persahabatan antara Indonesia-Timor Leste dan Australia di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada November tertunda karena belum ada alokasi anggaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Selain itu, lapangan sepak bola di Stadion Oepoi Kupang yang direncanakan akan menjadi tempat pertandingan masih direhabilitasi, kata Kepala Bidang Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT, Ary Moelyadi di Kupang, Jumat terkait perkembangan rencana pertandingan segi tiga di Kupang.

"Rencana tahun ini kemungkinan belum bisa diwujudkan karena usulan anggaran ke Kementerian Pemuda dan Olahraga belum mendapat jawaban. Stadion juga masih direhab," katanya.

Rencana pertandingan persahabatan itu telah digagas Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari lalu di Kupang.

Pertimbangan yang disampaikan Gubernur NTT adalah olahraga tidak bernuansa politik, tetapi lebih berorientasi pada membangun solidaritas dan persahabatan.

Presiden menyatakan mendukung rencana tersebut dan meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk membantu persiapan pelaksanaan di Kupang pada Oktober ini.

Ary Moelyadi mengatakan telah menyurati Pemerintah Timor Leste dan Darwin mengenai penundaan pertandingan persahabatan tersebut sambil menunggu informasi lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi NTT.

Dia berharap, paling lambat Februari 2012, rencana tersebut sudah bisa diwujudkan mengingat pemberitahuan resmi sudah disampaikan kepada kedua negara tetangga.

"Kalau dalam APBN Perubahan ini nanti sudah ada alokasi anggaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga maka, jadwal pertandingan sudah bisa ditetapkan," katanya.

Wednesday, October 19, 2011

Peringkat FIFA Timnas Indonesia Terus Melorot

 Peringkat dunia timnas sepakbola Indonesia terus melorot. Setelah bulan lalu turun delapan peringkat, Indonesia kembali melorot satu tingkat ke posisi 140 dunia dengan total koleksi 180 poin.

Dalam situs resmi FIFA, dari 11 negara Asia Tenggara yang kebetulan akan berlaga di SEA Games bulan depan, Indonesia menjadi salah satu negara yang harus rela turun peringkatnya di bulan Oktober ini.

Indonesia bersama Vietnam, Singapura, Malaysia, Myanmar, dan Kamboja harus rela turun dari bulan sebelumnya. Sedangkan Thailand, Filipina, Laos dan Brunei Darussalam menjadi empat negara Asia Tenggara yang mampu memperbaiki posisi.

Filipina menjadi peserta SEA Games yang paling melonjak dengan naik delapan tingkat ke posisi 158 dunia setelah bulan lalu berada di posisi 166. Sedangkan Timor Leste menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang tak beranjak di posisi 201.

Spanyol Tetap Teratas

Di posisi empat besar dunia tak mengalami perubahan. Dalam daftar peringkat FIFA bulan ini, Spanyol tetap menjadi yang teratas dengan koleksi 1624 poin. Diikuti dengan Belanda (1425 poin), Jerman (1352 poin) dan Uruguay (1230 poin).

Sedangkan timnas Brasil mampu memperbaiki dua posisi ke peringkat lima. Italia tetap di posisi enam. Inggris naik satu peringkat ke posisi tujuh. Yunani mampu merangsek tiga tingkat ke posisi delapan setelah mengoleksi poin sama dengan Portugal. Lalu diikuti dengan Argentina dan Denmark.

Daftar peringkat dunia FIFA, Oktober 2011:

1.Spanyol
2. Belanda
3. Jerman
4.Uruguay
5.Brasil
6.Italia
7.Inggris
8.Yunani
8.Portugal 
10.Argentina
10. Denmark 
.
.

114. Thailand

134. Vietnam

139. Singapura

140. Indonesia

151. Malaysia

158. Filipina

170. Myanmar

176. Kamboja

181. Laos

197. Brunei Darussalam

201. Timor Leste

RD: Timnas Harus Kompak Luar Dalam

 Pelatih tim nasional Indonesia U-23 di ajang SEA Games 2011, Rahmad Darmawan (RD) tampaknya tahu betul bagaimana membangun tim yang solid. Caranya sederhana, RD menyebutkan harus kompak baik di dalam maupun di luar lapangan.

"Keduanya harus sejalan dan tidak boleh mengalami gangguan," terang RD kepadaBola.net, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (18/10).

Dengan begitu, memang mengisyaratkan jika RD berkeyakinan jika sepak bola adalah permainan tim yang menuntut harmonisasi. Karena itu, RD mengaku tidak menyesal mencoret Irfan Bachdim dari skuad timnas. Pasalnya, jika tetap dibiarkan, tingkah Irfan dianggap mampu merusak harmonisasi tersebut lantaran terlalu sibuk dengan urusan pribadinya.

"Jika ini terjadi di awal persiapan, mungkin tidak terlalu menjadi masalah. Tapi ini sudah masuk tahap akhir, kita harus serius dan tidak boleh main-main," tegasnya.

Terpisah, Irfan akhirnya menuruti panggilan Komite Disiplin PSSI dengan hadir langsung ke Senayan, Jakarta, Selasa siang. Irfan hadir sendirian.

Pada sore harinya, Irfan terlihat mendatangi latihan Timnas U-23 di SUGBK. Meski begitu, Irfan tidak ikut berlatih. Dia hanya duduk di bench menyaksikan latihan Andik Vermansyah dan kawan-kawan berpeluh keringat.

Dia juga tak mau memberikan keterangan sedikitpun pada awak media. Irfan memilih diam seribu bahasa dan lebih memilih untuk menyibukkan dirinya dengan aktif bermain telepon genggam.

RD Tak Khawatir Lawan Kuat

Niat Indonesia untuk meraih emas di SEA Games XVII mendatang bukanlah hal mudah meski bermain di kandang. Juara bertahan Malaysia dan Raksasa ASEAN Thailand siap menghadang mimpi tuan rumah.

Thailand dan Malaysia adalah dua negara yang mendominasi beberapa SEA Games belakangan ini. Namun hal itu berbanding terbalik dengan Indonesia, yang hanya bisa merasakan dikalungkan medali emas pada tahun 1987 dan 1991.

Walaupun secara statistik tidak menguntungkan "Garuda Muda" dan diapit oleh dua tim kuat itu, pelatih kepala Rahmad Darmawan tetap percaya diri menghadapi drawing fase grup Rabu siang (19/10/2011).

"Kita berharap tentu mendapatkan satu grup yang ideal untuk kita," ucap RD usai sesi latihan Selasa sore (18/10/2011) didepan wartawan.

"Ideal artinya walaupun ketemu lawan yang berat juga engga apa-apa, yang penting lolos," papar pelatih yang selalu memakai topi itu.

Ketika ditanya siapakah lawan yang menurutnya berat, pelatih yang berasal dari Metro Lampung itu menegaskan sudah sulit untuk memaparkan peta kekuatan ASEAN saat ini, apalagi dalam kelompok umur U-23.

"Menurut saya saat ini semua lawan sulit karena tidak bisa ditebak atau mengatakan siapa yang lebih kuat. Saat ini kekuatannya semua merata. Tahun lalu semua orang mengatakan kita dapat grup yang mudah karena lawannya ringan, tapi malahan kita kalah lawan laos," jawab RD.

"Sekarang dalam sepakbola asia tenggara apalagi dalam kelompok umur yang dibatasi, itu sangat unpredictable (tidak bisa ditebak)," sambung pelatih yang menukangi Persija Jakarta musim lalu.

Dan demi memantau perkembangan tim lawan, RD pun mengutus asisten pelatih Widodo Cahyono Putro untuk memata-matai calon lawan kuat Vietnam.

"Coach widodo kita utus memantau VFF Son Ha Cup di Vietnam, tadi pagi berangkat dengan manajer tim (Roso Daras)," imbuhnya.

Di SEA Games November mendatang, Indonesia akan dihadang oleh 10 negara yang akan dibagi kedalam dua pool. Pertandingan cabang sepakbola SEA Games XXVI akan dilangsungkan di Jakarta, di dua tempat yaitudi Stadion Lebak Bulus dan Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Babak penyisihan sepakbola akan dimulai tanggal 3 November bertempat di Stadion Lebak Bulus dan penyisihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno dilangsungkan tanggal 7 November.

Babak Final Cabang Sepakbola dilangsungkan tanggal 21 November 2011 bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Thailand selalu meraih medali emas sejak SEA Games tahun 1993 sampai 2007. Lalu dominasi negeri "Gajah Putih" itu akhirnya dipatahkan oleh Malaysia tahun 2009 lalu di Vienthien.

Tuesday, October 18, 2011

Lawan Pakistan Batal


Timnas U-23 batal bertanding melawan timnas senior Pakistan dalam lanjutan partai ujicoba jelang SEA Games. Sekretaris Jenderal PSSI, Tri Goestoro mengungkapkan laga ujicoba yang sedianya akan dilakukan pada tanggal 20 atau 21 Oktober 2011 tersebut urung dilakukan lantaran hingga kini ada konfirmasi resmi dari Pakistan.
"Kami sudah bicarakan dengan pelatih mengenai ujicoba yang akan datang yakni lawan Pakistan. Tapi tidak jadi sampai sekarang karena belum ada kabar," katanya di kantor PSSI, Selasa (18/10/2011).
Meski batal, ia menambahkan tidak mempengaruhi persiapan timnas U-23 dalam menghadapi SEA Games yang menargetkan emas bagi Indonesia.
Alhasil, pelatih Rahmad Darmawan dan PSSI kini sibuk mencari calon lawan bagi Titus Bonai cs ini. Akan tetapi, lawan yang akan dipilih Timnas U-23 akan dipastikan setelah drowing penentuan grup, esok hari.
"Calon lawan direncanakan dari tim ASEAN, tapi akan kita pastikan setelah hasil drowing besok," imbuhnya.
Keputusan setelah hasil drowing tersebut tak lepas dari keinginan sang pelatih yang ingin melakukan ujicoba dengan tim yang bukan satu grup bersama anak asuhnya di SEA Games.
"Jadi setelah hasil drowing kita akan lakukan komuniasi dengan tim yang berada diluar grup Indonesia," pungkasnya.

Monday, October 17, 2011

Rahmad Darmawan Disiapkan Gantikan Wim

Keberadaan Wim Rijsbergen sebagai pelatih timnas senior bisa jadi tidak akan lama lagi. Sebab, manajemen timnas sudah menyiapkan penggantinya.
 
Siapa dia? Siapa lagi kalau bukan pelatih yang saat ini mengarsiteki timnas U-23, Rahmad Darmawan. "Rahasia" itu kemarin (17/10) dibocorkan penanggungjawab timnas Bernhard Limbong kepada wartawan di kantor PSSI.
  
"Rahmad Darmawan memang disiapkan untuk menggantikan Wim Rijsbergen. Sudah pasti itu," kata Bernhard Limbong.

Dalam dealnya dengan PSSI, Rahmad Darmawan memang dikontrak sebagai pelatih timnas. Tidak spesifik sebagai pelatih timnas U-23. Begitu juga dengan asisten pelatih Widodo C. Putro. Jadi sewaktu - waktu mereka bisa dioper ke timnas senior.
  
Bernhard Limbong belum menyebut kapan pergantian akan dilakukan. Tapi bisa jadi itu akan terjadi usai pagelaran SEA Games bulan depan dimana tugas Rahmad bersama timnas timnas U-23 selesai.
  
Usai timnas ditundukkan Qatar 3-2 dalam lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia zona Asia Grup E 11 Oktober lalu Limbong menyatakan pemain dan Wim Rijsbergen akan dievaluasi. Pelatih asal Belanda itu diminta memberikan garansi kemenangan jika posisinya ingin aman.
  
Menurut Limbong, Rahmad Darmawan memiliki visi yang bagus tentang sepakbola. Dibanding Wim, mantan pelatih Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, dan Persija Jakarta itu punya keunggulan khusus. Yaitu lebih mengenal karakter setiap pemain nasional.

Yericho dan Syamsir Alam Dituntut Lebih

Pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan ‘menuntut lebih’ dari calon punggawa timnas U-23 proyeksi SEA Games, yang akan segera bergabung.

Rahmad menegaskan tidak akan melakukan penambahan lagi ke dalam skuad timnas U-23, kecuali bek kanan klub Belgia CS Visse, Yericho Christiantoko, serta Syamsir Alam, penyerang tim junior Penarol, Uruguay.

“Kami hanya akan menambah dua pemain lagi yaitu Yericho dan Alam, sedangkan Zaenal Haq cedera jadi tidak jadi,” terang pelatih yang sukses meraih gelar juara bersama Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC tersebut kepada INILAH.COM.

Karena latar belakang mereka yang merumput di klub luar negeri, Coach RD berharap keduanya bisa memberikan sesuatu yang lebih, tidak hanya dari segi kualitas teknis, namun juga sikap.

“Kan mereka pemain masa depan Indonesia dan sudah pengalaman di internasional, jadi saya harap sikap profesionalisme itu bisa dibawa kesini,” lanjutnya.

Sang pelatih juga menyatakan bahwa peluang pemain lain untuk bergabung dengan skuad Garuda Muda untuk SEA Games semakin kecil.

Sebelumnya, saat memulangkan lima pemain, termasuk Kim Jeffrey Kurniawan dan Ruben Wuarbanaran, dan menyuntikkan tujuh pemain baru ke skuadnya, RD menyatakan masih ada harapan kelima pemain itu kembali. Dengan catatan, performa ketujuh pemain baru tidak lebih baik.

Pelatih juga menegaskan pencoretan Irfan Bachdim, yang meninggalkan pemusatan latihan untuk alasan pribadi.

“Kalau untuk Kim dan Ruben kemungkinan kita tidak pakai lagi, sedangkan Irfan juga kemarin kita coret. Tapi nama mereka masih ada di 40 nama tim yang mungkin didaftarkan,” tandasnya.

Rahmad belum bisa memastikan kapan akan mengumumkan skuad resmi SEA Games, karena keputusan baru akan diambil pada menit-menit akhir penyerahan nama.

“Ada yang bilang, (penyerahan nama) seminggu sebelum pertandingan, ada yang bilang dua hari sebelum managers meeting, kita masih tunggu kepastiannya,” tutup pelatih yang musim lalu menukangi Macan Kemayoran tersebut.

Menurut jadwal, Yericho akan menginjakkan kaki di Indonesia Selasa besok (18/10/11), sementara Syamsir masih menunggu konfirmasi. 

Sunday, October 16, 2011

Pintu Timnas U-23 Tertutup Bagi Irfan Bachdim


Sikap indisipliner striker Persema tersebut membuat Rahmad habis kesabaran, dan mencoret nama Irfan dari skuad Garuda Muda.

Pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan telah mencoret nama striker Persema Malang Irfan Bachdim dari skuad yang dipersiapkan berlaga di SEA Games 2011 pada November mendatang.

Seperti diketahui, Rahmad telah memberikan batas waktu kepada Irfan untuk bergabung ke pelatnas timnas U-23, Minggu (16/10). Namun hingga usai uji coba melawan Persiba Bantul di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.


Rahmad sebalumnya menyatakan, Irfan telah menghubungi dirinya, dan mengatakan sedang menyelesaikan pembuatan iklan, serta mengantar istrinya berobat ke dokter.

“Saya sudah minta kepada Irfan untuk segera bergabung ke pelatnas, tapi dia tidak muncul juga. Tapi dia bilang tidak bisa, dan baru bisa bergabung tanggal 23 Oktober,” ungkap RD, sapaan Rahmad.

“Kalau dia bergabung di tanggal itu, berarti dia hanya punya kesempatan satu kali beruji coba bersama tim. Saya butuh kerja sama tim. Saya tidak mau mengorbankan pemain lain. Saya sudah lupakan Irfan Bachdim.”

"Saya sekarang menyerahkan permasalahan Irfan kepada federasi maupun komdis."

Selain itu, RD juga tidak menjadikan alasan keluarga sebagai celah bagi seorang pemain untuk meninggalkan pelatnas. Ia mencontohkan Ferdinand Sinaga yang tetap mengikuti pelatnas, sekalipun istrinya di rawat di rumah sakit. Begitu juga dengan Mahardiga Lasut yang salah satu anggota keluarganya sedang sakit.

Cerita Wim Rijsbergen Tentang Sepakbola Indonesia ke Koran Belanda


Media Belanda rupanya memperhatikan sepak terjang Wim Rijsbergen sebagai pelatih Timnas Indonesia. Salah satu harian terbesar di Belanda, Voklsrant, menulis tentang Wim dan Timnas Indonesia. Berikut petikannya:
Dua bulan Wim Rijsbergen menjadi pelatih tim nasional Indonesia. Dua bulan, tiga pertandingan, nol gol dan nol skor. Dan ini belum hal yang terburuk. Kalau saja dia bisa mendapatkan lebih banyak ruang gerak, mungkin akan lebih banyak skor yang bisa tercetak.
Tapi sepak bola Indonesia begitu simpang siurnya, sampai-sampai Wim sempat kelepasan melontarkan kata "Mimpi buruk" dalam wawancara. Bahasa halusnya, "Susah sekali berurusan dengan baik dan benar di sini," katanya.

Kira-kira setengah tahun lalu, Wim datang ke Indonesia untuk melatih kesebelasan PSM asal Makassar. "Saya adalah warga dunia. Tapi Belanda akan selalu menjadi rumah saya", sambungnya.

Karena adanya deformasi, dua bulan lalu tiba-tiba dia ditunjuk sebagai pelatih timnas Indonesia. Pelatih sebelumnya, Riedl, asal Austria, dipaksa lengser oleh PSSI.
Namun, kata Wim Rijsbergen, sang mantan ketua PSSI (Nurdin Halid) masih memegang tongkat kendali dari balik layar. "Banyak hal yang tau-tau terjadi begitu saja. Sepertinya kekuatan lama ingin mengambil kekuasan kembali. Tapi saya tidak ingin ikut campur lagi. Saya di sini untuk sepak bolanya dan bukan politik."

Menurut Volksrant, dalam PSSI kerap terjadi kecurangan, pertandingan-pertandingan dimanipulasi oleh para bandar judi. Tidak ada yang peduli dengan olah raganya sendiri.

Kata Wim; "Sebagai pelatih timnas, saya tidak bisa-bisa apa. Posisi saya lebih gampang waktu di klub. Pemain ada di bawah kontrol saya 24 jam sehari, tiap hari. Di Makassar kami cukup sukses. Tujuh kemenangan berturut-turut. Tapi sayang kompetisi lalu dihentikan."

Pemain tim nasionalpun bukan seleksinya sendiri. Riedl yang menyusun formasi kesebelasan. "Mereka baru saling bertemu satu hari sebelum saya mulai di sini," cerita Wim.

Apa mau dikata? Tim yang bukan tim sepenuhnya. Pemain dengan stamina ala kadarnya serta minim disiplin. Di bawah kepemimpinannya Wim mengadakan dua kamp pelatihan. "Waktu pertama kali butuh empat hari sampai seluruh pemain lengkap. Yang satulah tantenya meninggal, yang satu lagi ini, yang sana itu. Selalu ada sesuatu. Dan kalau saya berkomentar, mereka hanya berkata 'This is Indonesia,' lalu nyengir," sambung Wim.
Untuk tipikal orang Belanda yang lurus-lurus saja, hal begini cukup mengherankan. Selasa kemarin (11/10), Indonesia kalah 3-2 dalam pertandingan krusial melawan Qatar. Stadion hanya terisi setengah. Para fans memboikot tim sebagai dukungan terhadap formasi lama PSSI dan pelatih pendahulu Wim.
Wim tidak terlalu terkejut dengan hasil ini. "Setidaknya mereka mencetak gol. Pertandingan juga cukup menghibur publik." Namun mengenai sepak bola Indonesia Wim tidak terlalu optimis. "Masih akan makan waktu bertahun-tahun untuk terjadi perubahan, kalau memang ada."

Timnas U-23 vs Persiba Bantul = 3-2 , Tibo 2 Gol

Tampil kurang menggigit di babak pertama, timnas U-23 tampil menggila di babak kedua. Hasilnya, mereka sukses menumbangkan Persiba Bantul 3-2.

Timnas U-23 yang diproyeksikan untuk ajang SEA Games menggelar pertandingan persahabatan kontra Persiba Bantul yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (16/10/2011) malam WIB.


Di awal pertandingan, Persiba Bantul justru lebih banyak menekan barisan pertahanan timnas. Mereka mendominasi lapangan tengah dan mengkombinasikan serangan dari sayap kiri dan kanan. Beberapa kali pemain depan mereka menusuk ke kotak penalti, namun gagal menggetarkan gawang timnas U-23 yang dijaga Andritany Ardiyasa. Peluang terbaik Persiba Bantul terjadi di menit ke-25, ketika pemain depan mereka, Cristori Emanuel, menanduk bola. Sayang, bola terlalu lebar ke sisi kiri luar gawang. Serangan yang dibangun timnas sendiri kurang greget. Lima menit pertama, Yongki Aribowo mencoba menusuk langsung ke gawang Persiba Bantul yang dijaga Wahyu Tri Nugroho. Namun langkah Yogki dihentikan hakim garis karena penyerang Persisam ini terjebak off side. Serangan-serangan timnas selanjutnya mudah terbaca lawan. Serangan kerap kandas sebelum bola sampai di luar kotak penalti. Baru di pertengahan babak pertama timnas mulai keluar dari tekanan para pemain Persiba Bantul dengan melepaskan beberapa tendangan spekulasi. Patrick Wanggai, misalnya, mencoba peruntungan dengan melepaskan bola keras dari luar kotak penalty di menit ke-26. Namun bola terlalu jauh melebar ke sisi kiri gawang lawan. Dua menit kemudian giliran Joko Sasongko yang melepas tendangan setelah mendapat umpan dari Ramdani, namun tendangan kerasnya berhasil ditepis penjaga gawang. Pada menit ke-36 giliran Yongki nyaris memecah kebuntuan. Tapi sayang, langkahnya dihadang kiper sebelum bola sempat disepak. Peluang emas timnas justru baru tercipta di menit akhir ketika tendangan Ramdani yang memanfaatkan umpan Hasim Kipuw membentur tiang atas gawang.

Babak pertama berakhir imbang tanpa gol.

Timnas U-23 tampil menggila di babak kedua. Andik Firmanysah dan Titus Bonai dimasukkan oleh pelatih Rahmad Darmawan untuk menambah gaya gedor timnas.

Strategi itu terbukti sukses.Kecepatan Andik dan kemampuan individu Tibo beberapa kali menyulitkan barisan pertahanan Persiba.

Andik langsung membawa timnas unggul di menit ke-51. melakukan solo run dari tengah lapangan, dengan tenang Andik kemudian melepas tendangan melengkung ke pojok kiri gawang Persiba. Timnas sementara unggul satu gol atas Persiba.

Tiga menit berselang, ganti Tibo yang mencetak gol bagi timnas U-23. Titus Bonai yang mendapatkan umpan terobosan melakukan gerakan memutar dan mengecoh Wahyu Wijiastanto.

Dengan tenang, pemain berdarah Papua itu kemudian melepas tendangan mendatar ke pojok kanan gawang Persiba. Timnas kini unggul dua gol atas Persiba.

Persiba mampu memperkecil ketertinggalannya di menit ke-73.Kesalahan komunikasi di lini pertahanan timnas dimanfaatkan Ezequiel Gonzales untuk melepas umpan silang.

Cornelius Kaimu yang berdiri bebas tanpa pengawalan di depan gawang timnas U-23 dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang. Kedudukan berubah menjadi 2-1, tetap bagi keunggulan timnas.

Namun, gol itu segera dibalas oleh Titus Bonai. Pemain berdarah Papua itu sukses mencetak gol keduanya di pertandingan ini dan membawa timnas unggul jauh 3-1.

Berawal dari sebuah skema serangan balik, Lucas Mandowen melepas umpan terobosan ke Titus Bonai. Tibo kemudian melakukan solo run dari tengah lapangan dan dengan tenang menaklukkan kiper Wahyu Tri Nugroho. Kedudukan berubah menjadi 3-1 bagi keunggulan timnas.

Catatan peting di kubu timnas U-23. Andik Firmanysah tampil sangat baik dalam membangun serangan maupun membongkar pertahanan Persiba.

Persiba mampu memperkecil ketertinggalannay menjadi 3-2 beberapa detik sebelum laga usai. Tandukan Cristori Emanuel memanfaatkan sepak pojok menembus jala Andritany.

Hingga pertandingan usai, keunggulan 3-2 timnas tetap tak berubah.

Bawa Adelaide United Menang, Van Dijk katakan Indonesia

Dalam Lanjutan Australia League, Adelaide United berhasil menundukan Melbourne Victory dengan score 1-0, pencetak Goll Adelaide adalah Sergio Van Dijk. Usai Pertandingan, Dalam Konferensi Pers, Salah Satu Free Writer Menanyakan Apakah Ada harapan anda yang belum tercapai ? Van Dijk mengatakan bahwa bersama Level Klub ia sudah Puas, gelar Top Scorer sudah pernah ia rengkuh, Tapi Dia belum bisa merasakan kesempurnaan bersama level Timnas. Dia merasa belum puas. "I'm not satisfied, because I never feel anything with a country. hopefully together with Indonesia, I can feel the perfection, playing in world cup. "
(Aku tidak puas, karena saya tidak pernah merasakan apa-apa dengan sebuah negara. mudah-mudahan bersama-sama dengan Indonesia, saya bisa merasakan kesempurnaan, bermain di piala dunia).

Lawan Persiba, RD Ingin Perbaikan Lini Depan Timnas U-23

 Tim nasional Indonesia U-23, kembali memiliki kesempatan untuk beruji coba guna mengukur sejauh mana pencapaian selama latihan sebelum berlaga di SEA Games XXVI, Jakarta dan Palembang, 11-22 November 2011.

Kali ini, yang menjadi lawannya Persiba Bantul, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (16/10).

Sultan Agung- julukan Persiba Bantul- dipilih sebagai calon lawan karena Pelita Jaya FC yang semula akan menjadi lawannya, batal terlaksana. Praktis, Persiba menjadi lawan kesebelas bagi timnas U-23 selama menjajal kemampuan.

Dari sepuluh laga uji coba yang telah dijalani, skuad asuhan Rahmad 'RD' Darmawan, bisa dibilang cukup mendapatkan hasil yang memuaskan. Hasilnya, timnas Garuda Muda mampu mengantongi tujuh kemenangan, dua kali imbang, dan satu kali menelan kekalahan.

Adapun kemenangan teranyar yang mampu diraih timnas Garuda Muda adalah saat menundukkan Persikabo Kabupaten Bogor, 2-0, di SUGBK, Kamis (13/10) lalu. Dimana, gol kemenangan timnas U-23, masing-masing dicetak Oktovianus 'Okto' Maniani dan Johan Juansyah.

"Saat bertemu Persikabo, kami masih kurang tajam di lini depan. Walaupun memang ada banyak peluang yang kami dapatkan. Untuk itulah, dalam laga ini akan kami maksimalkan beberapa evaluasi. Seperti pemain yang ada di depan, mereka harus bisa melepaskan diri dari lawan dan berani pegang bola," ungkap RD, Sabtu (15/10).

Adanya beberapa pemain yang baru bergabung memperkuat timnas U-23, memang membuat mantan pelatih Persija Jakarta dan Persipura Jayapura tersebut harus kembali meramu skuad yang ada. Kondisi tersebut, demi mendapatkan komposisi 23 pemain utama nantinya.

Beberapa punggawa baru memang mulai berdatangan. Selain bergabungnya trio Papua seperti Lukas MandowenTitus Bonai, dan Stevie Bonsapia, amunisi Garuda Muda bertambah dengan masuknya Ferdinand Alfred SinagaZulham ZamrunYongki Ariwibowo yang sebelumnya dipanggil Wim Rijsbergen untuk memperkuat timnas senior di Pra-Piala Dunia (PPD) 2014.

Dengan adanya pemain tambahan dan pemain yang baru kembali bergabung, RD memang dipaksa untuk berpikir ulang demi menyatukan semua komposisi pemain yang dimilikinya saat ini. Apalagi, waktu yang dimiliki RD semakin sedikit. Pasalnya, cabang olahraga sepak bola dijadwalkan pada 3 November mendatang.

"Seperti yang sempat saya katakan, tinggal keberanian pemain yang perlu diasah. Pemain dari lini kedua, juga harus berani melakukan passing dan memberikan dukungan kepada para pemain depan. Sebenarnya sudah banyak kemajuan dan itu pasti akan kami terus pertahankan," papar RD.

Saturday, October 15, 2011

Pelatih Persiba Bantul Senang Bisa Hadapi Timnas U-23


 Gagal berlatih tanding dengan Persipura Jayapura, Persiba Bantul mendapat pengganti yang sepadan. Wahyu Wijiastanto dkk akan meladeni permainan tim nasional U-23 dalam laga uji coba yang akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (16/10/2011). Ini menjadi laga kedua Persiba dengan timnas U-23. Dalam laga sebelumnya, yang berlangsung pada 9 September lalu, kedua tim bermain imbang 1-1.

Meski terkesan mendadak pemberitahuannya, Pelatih Persiba M Basri menyambut baik laga ini. Dirinya berharap pasukannya bisa bermain ngotot seperti di laga pertama.
"Ini sebetulnya sesuai keinginan saya agar bisa mendapat lawan yang kuat. Jadi, kita bisa mendapat pengalaman dalam menghadapi tekanan di luar kandang. Soal menang atau kalah itu tidak penting, karena saya hanya ingin melihat hasil latihan selama ini dan juga penampilan beberapa pemain seleksi," ujar M Basri seperti dilansir Paserbumi.com.
Sabtu (15/10/2011) kemarin, rombongan tim Persiba telah terbang menuju Jakarta. Menurut informasi dari salah satu ofisial tim, Wikan Werdho Kisworo, Minggu (16/10/2011) pagi, Persiba diberi kesempatan untuk menjajal lapangan C kompleks GBK.
"Jadwalnya jam 07.30, tapi belum tahu jika ada perubahan lagi," kata Wikan.
Persiba sendiri membawa 21 pemain untuk menghadapi Timnas U-23. Dari ke-21 pemain tersebut, terdapat pemain anyar mereka, seperti Emmanuel Cristori, Cornelis Kaimu, dan Eduardo Bizzaro.
Berikut ini 21 pemain yang dibawa Persiba ke Jakarta:
Kiper: Wahyu Tri Nugroho, Andi Setiawan
Belakang: Wahyu Wijiastanto, Nopendi, Ahmad Taufik, Anwarudin, Burhanudin, Slamet Widodo, Eduardo Bizzaro Tengah: SNC, Arwin, Ezequiel Gonzales, Busari, Johan Manaji, Imam Rohmawan, Patrick Domal, Kim Yong Han
Depan: Emmanuel Cristori, Ugiek, Cornelis Kaimu, Gendut Doni

Pakistan dan Timor Leste Jadi Lawan Tanding

Agenda uji coba internasional timnas U-23 Indonesia menemui titik terang. Anak asuh Rahmad ’RD’ Darmawan ini kabarnya sebelum bertarung di SEA Games 2011,bulan depan,siap kedatangan timnas dua negara Asia.

Dua calon lawan skuad muda Merah Putihuntuk pemanasan itu adalah timnas Pakistan dan Timor Leste.Kenyataan ini membuat RD senang,meski dua negara itu bukan lawan yang diinginkannya. ”Kami kemungkinan akan melakukan uji coba melawan Pakistan di Jakarta. Pelaksanaan laga itu kemungkinan Kamis (20/10) atau Jumat (21/10).Untuk lawan timnas U-23 selanjutnya kemungkinan adalah Timor Leste,”ujar RD,kemarin.

Untuk uji coba terdekat,timnas U-23 akan kembali bertemu Persiba Bantul di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK),malam ini.Klub yang musim lalu berstatus juara Divisi Utama Liga Indonesia itu adalah pengganti Pelita Jaya yang membatalkan uji coba dengan timnas U-23. Pada awal September lalu,Persiba menahan imbang Yongki Aribowo dkk pada sebuah uji coba di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Namun,ada misi RD yang berbeda pada laga kali ini.Tapi,tentunya uji coba ke- 11 timnas U-23 ini untuk memaksimalkan performa Yongki dkk sebelum bertempur di pesta olahraga Asia Tenggara. ”Saat bertemu Persikabo pertengahan pekan lalu,kami masih kurang tajam di lini depan.Pada laga itu kami punya banyak peluang.Karena itu,laga ini akan kami maksimalkan untuk beberapa evaluasi.

Salah satunya pemain yang ada di depan. Mereka harus bisa melepaskan diri dari lawan dan berani menguasai bola,”cetus mantan pelatih Persija Jakarta itu. Adanya beberapa pemain yang baru bergabung memperkuat timnas U-23 membuat RD harus kembali putar otak. Sebab,sang arsitek harus meramu komposisi pemain yang ada sekarang. Kondisi tersebut dilakukan demi mendapatkan komposisi 23 pemain paling ideal nantinya.

Para punggawa yang baru bergabung itu adalah trio Persipura Jayapura Lukas Mandowen,Titus Bonai,dan Stevie Bonsapia.Selain itu,tiga nama pemain timnas U-23 yang ditarik ke skuad senior Merah Putih seperti Ferdinand Alfred Sinaga,Zulham Zamrun,dan Yongki sudah kembali bergabung. ”Seperti yang sempat saya katakan, tinggal keberanian pemain yang perlu diasah.

Seperti pemain dari lini kedua, mereka juga harus berani melakukan passingdan memberikan dukungan kepada pengisi lini depan.Sebenarnya sudah banyak kemajuan dan itu pasti akan kami terus pertahankan,”tutur RD. Sementara itu,kabar kurang bagus datang dari salah satu pemain naturalisasi Stefano Lilipaly yang proses menjadi warga negara Indonesia (WNI) sudah selesai.

Lilipaly terancam tidak dapat memperkuat timnas U-23 di SEA Games.Sebab,FC Utrecht yang kini dibela Lilipaly tidak memberikan izin. ”Sebetulnya saya sudah berdiskusi dengan CoachRahmad,kemungkinan Lilipaly tidak bisa bergabung karena kendala klub.Klubnya hanya memberikan izin bermain di timnas pada kalender FIFA. SEA Games tidak ada dalam itu,”tandas mantan Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional (BTN) Iman Arif.

Friday, October 14, 2011

Alasan Irfan Bachdim Meninggalkan Pelatnas

Setelah membuat berang pengurus PSSI dengan ulahnya meninggalkan Pelatnas Timnas U-23 tanpa keterangan, kini kepergiannya mulai menemui titik terang. Melalui BBM (Blackberry Messenger), Irfan Bachdim menjelaskan kepergiannya dari Pelatnas karena sedang menunggui istrinya (Jennifer Kurniawan) yang mengalami keguguran pada kandungannya. "Saya sedang menemani Jennifer, Kandungannya bermasalah. Saya tidak bisa meninggalkannya sendirian." tulis Irfan. Namun tidak dijelaskan dia sedang berada di mana. Saat dikonfirmasi kepada Bernhard Limbong tentang kabar itu, dia menyatakan tidak peduli alasan Irfan, hukuman akan tetap ada. "Kalau kabar itu benar (Menunggui istri yang sedang sakit) ya kita lihat saja nanti, yang pasti tidak ada toleransi apabila alasannya meninggalkan Pelatnas tidak tepat, tetap ada sanksi, dia(Irfan Bachdim) tidak izin kepada pelatih" tegas Limbong yang merupakan perwira TNI tersebut. Kini nasib Irfan di Timas U-23 di ujung tanduk karena kejadian ini, ditambah lagi dengan rencana kedatangan penyerang tim junior Penarol Syamsir Alam.

Wim Risjbergen Tonton Persib vs Semen Padang

Meskipun diwarnai kekisruhan internal, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan kompetisi Liga Prima tetap digelar mulai besok.

Jumpa pers di gedung PSSI, Jakarta, Jumat (14/10/2011), seharusnya dihadiri oleh Anggota Exco PSSI, Sihar Sitorus. Namun yang bersangkutan tidak bisa datang karena masih menghadiri rapat antar klub peserta Liga.

Akhirnya PSSI hanya menghadirkan penanggung jawab PSSI saja, Bernhard Limbong. Dia menegaskan akan tetap menggelar laga perdana antara Persib Bandung menjamu Semen Padang, Sabtu besok di stadion Jalak Harupat, Bandung.

Menurutnya, kompetisi harus tetap digelar selain karena deadline dari AFC, juga terkait dari desakan pelatih Timnas Senior, Wim Risjbergen yang ingin mencari pemain dari bergulirnya liga.

"Coach Wim menemui kesulitan jika kompetisi tidak digelar. Kompetisi harus digelar agar Wim bisa mengukur pemain. Ini ujung-ujungnya untuk Timnas juga," ujar Limbong, saat jumpa pers berlangsung, Jumat (14/10/2011).

Bahkan demi mendapatkan pemain baru, Wim rencananya akan menghadiri partai Perdana Liga. "Coach Wim juga akan nonton pertandingan antara Persib melawan Semen Padang itu," sambungnya.

Jadi bisa dikatakan, kompetisi ini tetap akan digelar demi kebutuhan Wim yang ingin mengukur para pemain yang bertanding di Liga nantinya agar bisa dimasukkan ke dalam skuad Timnas.

Ucapan Wim juga pernah disampaikannya sebagai alasan setelah Timnas ditekuk Qatar 2-3. Baginya, dia beranggapan bahwa kekalahanm Timnas dikarenakan belum bergulirnya liga, sehingga dia sulit untuk melihat perkembangan pemain.

Irfan Bachdim Minggat dari Timnas U-23

Penyerang Irfan Bachdim minggat dari Timnas U-23. Ia kabur dari pelatnas sejak tiga hari yang lalu dan tidak diketahui keberadaannya. Bachdim masuk ke timnas senior Indonesia saat menghadapi Qatar pada Selasa 11 Oktober 2011. Keesokan harinya, Bachdim seharusnya pulang dan bergabung lagi ke pelatnas timnas U-23.

Namun, hingga kini pemain berdarah Belanda itu tak diketahui berada di mana. Ia juga absen saat skuad Garuda Muda menghadapi laga uji coba melawan Persikabo Bogor, Kamis 13 Oktober 2011.

"Untuk Irfan Bachdim sampai hari ini belum ada keterangan yang bersangkutan ada di mana. Kami sudah kirim surat mudah-mudahan ada respon," kata Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, seusai memimpin latihan timnya di SUGBK, Jumat sore, 14 Agustus 2011.

Menurut penanggung jawab Timnas, Bernard Limbong, pihaknya tak segan-segan akan menghukum Bachdim jika pemain Persema Malang itu tak memiliki alasan yang kuat untuk pergi dan tidak pulang.

Limbong menduga mungkin adalah masalah pribadi. Jika itu betul, maka nanti akan dicari tahu apa masalahnya. Limbong mengaku sudah  berkomunikasi dengan klub asal Irfan Bachdim.  "Jadi, kalau melebihi batas kewajaran pasti ada sanksi. Saya pastikan itu," tambah Limbong.

Limbong berharap, Bachdim dapat segera kembali ke pelatnas sebelum timnas U-23 menghadapi laga persahabatan melawan Persiba Bantul. "Mudah-mudahan besok masuk karena lawan tanggal 16 kita bertanding lagi," paparnya.

Thursday, October 13, 2011

Kaltim Siap Gelar Laga Indonesia vs Iran

Pengurus PSSI Kaltim Rusman Yaqub memberikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak yang menyatakan mendukung jika Kaltim diberi kepercayaan untuk menyelenggaraan laga Pra Piala Dunia (PPD) antara Indonesia vs Iran.

Dari aspek infrastruktur, Kaltim yang memiliki stadion utama Palaran sangat layak dan representatif untuk menyelenggarakan pertandingan itu.

"Kalau memang gubernur setuju dan siap memfasilitasi Stadion Palaran untuk pertandingan Indonesia menghadapi Irak, harus kita apresiasi. Tetapi, fasilitas yang disiapkan itu juga harus jelas, apa saja," ucap Rusman, Kamis (13/10/2011).

Hanya saja, menurut Rusman, PSSI telah memilih alternatif tempat pertandingan Pra Piala Dunia di Stadion Jalak Harupat, Bandung dan di Stadion Utama Palaran, Samarinda. Kata dia, jika PSSI telah menentukan siapa yang diberi kepercayaan untuk menggelar PPD, maka akan ada surat resmi penunjukkan langsung dari PSSI ke PSSI Kaltim atau Bandung.

"Itupun bukan hanya surat penunjukkan dari PSSI saja. Nanti ada surat lapiran persetujuan dari FIFA juga. Karena, PSSI hanya mengajukan tempat pertandingan Pra Piala Dunia digelar selain di Gelora Bung Karno yang dipakai untuk SEA Games," jelas Rusman, yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PPP Kaltim.